Kasus
kelahiran bayi kembar siam dengan kepala dua dan satu badan kini
terjadi di RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Rabu (14/9/2016) pukul
09.45 Wita.
Kelahiran bayi berkepala dua dengan satu badan tersebut
berhasil dilahirkan secara caesar.

Bayi tersebut masih dalam penanganan intensif di ruang Neonatal Intensif Care Unit (NICU) di lantai 1 gedung perawatan Lontara.
Menurut laporan Direktur
Umum dan Operasional RSUP Wahidin Sudirohusodo, dr Sriwati Palaguna
kepada wartawan mengatakan jika kondisi bayi tersebut sedang membaik.
“Kita belum tahu persis
bagaimana organ-organ dalam tubuh bayi. Karena kita tunggu kondisi bayi
membaik di bawah penanggung jawab dr Ema Alasiry SpA.
Kalau kondisi
sudah membaik, barulah kita periksa semua organ-organ di dalam
tubuhnya,” tutur dr Sriwati Palaguna.
Tak hanya itu saja,
Sriwati mengungkapkan jika bayi berkepala dua itu dilahirkan oleh ibu
berinisial F berusia sekitar 30-an tahun ini masuk ke RSUP Wahidin
Sudirohusodo, Selasa (13/9/2016) sekitar pukul 11.30 Wita.
Sebelumnya , operasi
caesar itu dilakukan karena dokter kandungan sudah mengetahui jika bayi
di dalam rahim F sudah dalam kategori tidak normal .
Hal ini membuat
dokter menyarankan agar ibu F melakukan persalinan secara caesar.
“Bayi itu anak kedua F
lahir kondisi tidak normal, namun berat normal.
Makanya langsung
dilakukan resusitasi atau tindakan pengembalian fungsi pernapasan dan
fungsi jantung guna melangsungkan hidup bayi.
Bayi itu diberikan bantuan
alat pernapasan,” jelasnya.
Kini bayi berkepala dua
dalam satu badan itu sedang ditangani oleh tim dokter.
Namun sayangnya ,
sampai detik ini tim dokter masih bingung bagaimana menangani organ
tubuh bayi yang lahir dengan kepala dua dalam satu badan ini.
“Soal organ tubuhnya
bagian dalam apakah satu atau dua, kami belum tahu. Termasuk jantungnya
apakah satu atau dua.
Jelas fisik luar, tangan dua, kaki dua, satu badan
dan dua leher serta kepala.
Kalau jenis kelamin bayi itu laki-laki atau
perempuan, kami juga belum tahu,” terang Sriwati , seperti yang
dilansir dari kompas.com (16/9).